Minggu, 21 April 2013

Makalah Kimia



MAKALAH KIMIALaporan Hasil Pengamatan Praktikum Kimia














 













Disusun Oleh :
*    Ai Nani Sumarni
*    Lutfi Kiki Fuadi
*    Nenden Juzzan
*    Tresna Mugia Mulia
*    Riyad Muhammad Abdulloh

MAN KIARAKUDA CIAWI TASIKMALAYA
TAHUN PELAJARAN 2012-2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “LAPORAN HASIL PENGAMATAN PRAKTIKUM KIMIA”.

Makalah ini berisikan tentang laporan hasil praktikum kimia khususnya membahas mengenai LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NONELEKTROLIT.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

                                                                                                        Tasikmalaya, 8 Maret 2013
                                                                                                                    Penyusun,










i
DAFTAR ISI
1.      Kata Pengantar ……………………………………………………………………... i
2.      Daftar isi …………………………………………………………………………….ii
3.      Landasan teori ……………………………………………………………………… 1
4.      Alat dan bahan ………………………………………………………………………3
5.      Cara kerja ……………………………………………………………………………3
6.      Hasil pengamatan …………………………………………………………………..  4
7.      Uraian hasil pengamatan …………………………………………………………… 4
8.      Pertanyaan ………………………………………………………………………….. 5
9.      Jawaban …………………………………………………………………………….. 5
10.  Kesimpulan ………………………………………………………………………… 6
11.  Saran ……………………………………………………………………………….. 6
12.  Penutup …………………………………………………………………………….. 7
13.  Daftar pustaka ……………………………………………………………………… 8














ii
A.Landasan Teori

Larutan adalah campuran yang antar zat penyusunnya tidak memiliki bidang batas dan bersifat homogeny di setiap bagian campuran (baik fase, komposisi dan sifat fisik lainnya..
Berdasarkan daya hantarnya, larutan dapat di kelompokkan menjasdi dua macam, yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.

1.      Larutan Elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Hal tersebut disebabkan adanya ion-ion positif dan ion-ion negative yang berasal dari senyawa elektrolit yang terurai dalam larutan. Hantaran listrik melalui larutan dapat ditunjukkan dengan alat penguji elektrolit. Adanya aliran listrik melalui larutan ditandai oleh menyalanya lampu pijar pada rangkaian itu dan/atau adanya suatu perubahan (missal timbul gelembung) pada salah satu atau kedua elektrodenya.
Contoh ionisasi larutan elektrolit :
a)      HCl → H + Cl         
b)      KOH → K + OH    
c)      NaCl → Na + Cl     
Berdasarkan daya hantar listrik, larutan elektrolit dibagi menjadi dua sebagai berikut:
a)      Larutan elektrolit kuat, yaitu larutan elektrolit dengan daya hantar listrik basar, sehingga menyebabkan nyala lampu terang. Contoh: larutan asam kuat (HCl, HBr, HSO, HNO), basa kuat (LiOH, NaOH, KOH, Ba(OH)), asam-asam oksihalogen (HClO, HlO, HClO, HlO), dan garam-garam (NaCl, KCl).
b)      Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit dengan daya hantar listrik lemah/kecil, sehingga menyebabkan nyala lampu redup atau hanya timbul gelembung gas saja. Contoh: CHCOOH, Al(OH), AgCl, CaCO.

2.      Larutan Nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik yang dikarenakan zat-zat tersebut tetap berwujud molekul-molekul netral (tidak terurai menjadi ion-ion) yang tidak bermuatan listrik. Contoh: larutan gula (C₁₂H₂₂O₁₁), urea (CO(NH)),dan etanol (CHOH).
Secara sederhana Perbedaan Larutan Elektrolit dan nonelektrolit :
Larutan elektrolit : mengalami ionisasi, menghantarkan arus listrik
Larutan nonelektrolit : tidak mengalami ionisasi, tidak dapat menghantarkan arus listrik

Jenis larutan elektrolit – Khusus untuk larutan elektrolit terdiri dari 2 macam larutan, yaitu larutan elektrolit kuat dan lerutan elektrolit lemah :
Pengertian larutan elektrolit kuat adalah larutan elektrolit dimana zat yang larut dalam air mengalami proses ionisasi sempurna atau terionisasi sempurna dan menghasilkan larutan dengan daya hantar listrik yang baik.
Pengertian larutan elektrolit lemah adalah larutan elektrolit dimana zat yang larut dalam air mengalami proses ionisasi sebagian atau terionisasi sebagian dan menghasilkan larutan dengan daya hantar listrik yang buruk.

1
Teori Ion Svante Arrhenius
            Pada tahun 1887, Arrhenius berhasil menjelaskan hantaran listrik melalui elektrolit dengan teori ionisasi. Menurut Arrhenius, larutan elektrolit dapat menghantar listrik karena mengandung ion-ion yang dapat bergerak bebas. Ion-ion itulah yang menghantar arus listrik melalui larutan.

Zat-zat yang tergolong elektrolit yaitu NaCl, HCl, NaOH, dan CHCOOH dalam air terurai menjadi ion ion sebagai berikut :
            NaCl → Na + Cl
            HCl → H + Cl
            NaOH → Na + OH
            CHCOOH → CHCOO + H

Eektrolit Senyawa Ion dan Senyawa Kovalen Polar
a.       Senyawa Ion
Seperti telah diketahui, senyawa ion terdiri atas ion-ion, misalnya NaCl dan NaOH. NaCl terdiri ats ion-ion Na dan Cl, sedangkan NaOH terdiri atas Na dan OH. Dalam Kristal (padatan), ion-ion itu tidak dapat bergerak bebes, melainkan diam pada tempatnya. Oleh karena itu, padatan senyawa ion tidak menghantar listrik. Akan tetapi, jika senyawa ion dilelehkan atau dilarutkan, maka ion-ionny dapat bergerak bebas, sehingga lelehan dan larutan senyawa ion dapat menghantar listrik.
b.      Senyawa Kovalen Polar
Berbagai zat dengan molekul polar, seperti HCl dan CHCOOH, jika dilarutkan dalam air dapat mengalami ionisasi sehingga larutannya dapat menghantar listrik. Hal itu terjadi karena antar molekul polar tersebut terdapat suatu gaya tarik-menarik yang dapat memutuskan ikatan-ikatan tertenu dalam molekul tersebut. Meskipun demikian, tidak semua molekul polar dapat mengalami ionisasi dalam air. Molekul nonpolar, sebagaimana dapat diduga, tidak ada yang bersifat elektrolit.
            Perbedaan antara elektrolit senyawa ion dengan senyawa kovalen polar disimpulkan sebagai berikut.

        Daya hantar
Jenis
Elektrolit
Padatan
Lelehan
Larutan
Senyawa ion
nonkonduktor
Konduktor
Konduktor
Senyawa kovalen
nonkonduktor
Nonkonduktor
Konduktor





2
B.  ALAT dan bahan

1.      Alat:
ü  1 set alat uji elektrolit
a)      Sumber arus DC (adaptor)
b)      Kabel
c)      Bola lampu
d)     Elektroda
e)      Saklar
ü  3 Gelas kimia
ü  1 Tissue / pengering
ü  1 Hamplas

2.      Bahan:
ü  Air (H2O)
ü  Larutan gula (C12H22O11)
ü  Larutan asam klorida (HCL)
ü  Larutan asam cuka (CH3COOH)
ü  Alkohol / Ethanol 70% (C2H5OH)
ü  Larutan natrium hidroksida (NaOH)
ü  Larutan garam dapur (NaCl)
ü  Larutan asam sulfat (H2SO4)


C.   CARA KERJA

1)      Dibersihkan terlebih dahulu semua peralatan yang akan digunakan dan dikeringkan
2)      Dimasukkan larutan secukupnya ke dalam gelas kimia yang bersih dan kering
3)      Diuji daya hantar listriknya dengan menggunakan rangkaian alat penguji elektrolit dengan cara mencelupkan elektroda ke dalam larutan
4)      Diamati perubahan yang terjadi dan apakah lampu menyala (catat dalam tabel pengamatan)
5)      Dibersihkan dahulu elektroda dengan air dan dibersihkan
6)      Dengan cara yang sama, ujilah daya hantar larutan lain yang tersedia





3
d. HASIL PENGAMATAN
Percobaan
Ke-
Bahan Yang Diuji
Pengamatan Pada
Ket.
Lampu
Elektroda
1.
Air (H2O)
Tidak Manyala
Ada Gelembug

2.
Larutan gula (C12H22O11)
Tidak Manyala
Tidak Ada Gelembung

3.
Larutan asam klorida (HCL)
Menyala Terang
Banyak Gelembung

4.
Larutan asam cuka (CH3COOH)
Tidak Menyala
Sedikit Gelembung

5.
Alkohol / Ethanol 70% (C2H5OH)
Tidak Manyala
Tidak Ada Gelembung

6.
Larutan natrium hidroksida (NaOH)
Menyala Terang
Banyak Gelembung

7.
Larutan garam dapur (NaCl)
Menyala Terang
Banyak Gelembung

8.
Larutan asam sulfat (H2SO4)
Tidak Manyala
Sedikit Gelembung


e. URAIAN HASIL PENGAMATAN
1.   Air (H2O) lampu tidak menyala dan ada gelembung, hal ini membuktikan bahwa termasuk larutan elektrolit lemah.
2.   Larutan gula (C12H22O11) lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung, hal ini membuktikan bahwa termasuk larutan nonelektrolit.
3.   Larutan asam klorida (HCL) lampu menyala terang dan banyak gelembung, hal ini membuktikan bahwa termasuk larutan elektrolit kuat.
4.   Larutan asam cuka (CH3COOH) lampu tidak menyala dan sedikit gelembung, hal ini membuktikan bahwa termasuk larutan elektrolit lemah.
5.   Alkohol / Ethanol 70% (C2H5OH) lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung, hal ini membuktikan bahwa termasuk larutan nonelektrolit.
6.   Larutan natrium hidroksida (NaOH) lampu menyala terang dan banyak gelembung, hal ini membuktikan bahwa termasuk larutan elektrolit kuat.
7.   Larutan garam dapur (NaCl) lampu menyala terang dan banyak gelembung, hal ini membuktikan bahwa termasuk larutan elektrolit kuat.
8.   Larutan asam sulfat (H2SO4) lampu tidak menyala dan sedikit gelembung, hal ini membuktikan bahwa termasuk larutan elektrolit lemah.

4
f. PERTANYAAN
1.   Diantara larutan yang diperiksa, larutan manakah yang merupakan larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah?
2.   Berdasarkan eksperimen tersebut, bagaimanakah cirri-ciri masing-masing larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah?
3.   Diantara larutan elektrolit tersebut, larutan manakah yang mengandung zat terlarut:
                 I.            Senyawa ion
               II.            Senyawa kovalen
4.   Senyawa kovalen tertentu jika dilarutkan dalam air dapat terurai menjadi ion-ion. Diantara senyawa kovalen dalam eksperimen tersebut, manakah yang dapat terurai menjadi ion-ion jika dilarutkan dalam air?
5.   Bandingkan hasil eksperimen kelompok anda dengan kelompok lain!

G. Jawaban
1.   Larutan elektrolit lemah: air, asam cuka, asam sulfat.
Larutan elektrolit kuat   : larutan asam klorida, larutan asam natrium hidroksida, larutan                                         garam dapur
2.   Larutan elektrolit lemah lampunya menyala redup dan ada gelembung, atau lampu tidak menyala dengan ada gelembung. Sedangkan Larutan elektrolit kuat lampunya menyala terang dan banyak gelembung.
3.   I. senyawa ion: NaCl, H2SO4
II.senyawa kovalen: HCL, larutan gula, alcohol.
4.   Larutan HCL disebabkan karena HCL dalam air ditarik oleh molekul-molekul air sehingga terurai menjadi ion H+ dan CL-
5.   Hasil eksperimen kelompok lain ada yang berbeda yaitu pada larutan garam, lampunya menyala redup, mungkin diakibatkan oleh rangkaian lampu yang kurang bagus.





5
H. kesimpulan
KESIMPULAN
o   Bila alat uji elektrolit menyala terang dan banyak gelembung berarti larutan yang diuji coba termasuk larutan elektrolit kuat.
o   Bila alat uji elektrolit menyala redup dan ada sedikit gelembung berarrti larutan yang diuji coba termasuk larutan elektrolit lemah.
o   Bila alat uji elektrolit tidak menyala tetapi ada gelembung berart larutan yang diuji coba termasuk larutan elektrolit lemah.
o   Bila alat uji elektrolit tidak menyala dan tidak ada gelembung berarti larutan yang diuji adalah termasuk larutan nonelektrolt.
o    
I. SARAn

o   Periksa alat uji elektrolit secara teliti, karena alat ui yang tidak benar akan mempengaruhi hasi percobaan
o   Bersihkan alat uji elektrolit terlebih dahulu sebelum digunakan agar kotoran yang menempel bisa hilang
o   Laurtan yang diuji jika seperti air jeruk, air toat, air kapur air garam, air sabun usahakan dengan mencampurkn air secukupnya, jangan terlalu banyak ataupun terlalu sedikit
o   Lebih baik percobaan dilakukakan lebih dari 1 kali, tuuannya untuk lebih meyakinkan atau memastikan terhadap hasinya
o   Bersihkan alat uji elektrolit supaya larutan yang telah diujikan tidak lagi menempel pada elektroda
o   Usahakan menuangkan larutannya seckupnya saja agar larutan yang akan diuji tidak tumpah
o   Untuk pengujian air aki lakukan dengan hai-hati kalit kita akan terasa gatal bila terpecik/terkena larutan tersebut
o   Dan yang palin utama dalam melakukan ercobaan secara berkelompok adalah menjaga kekompakan antar anggota, agar percobaan bisa mudah terlakasanakan, saling membantu diantara anggota yang membutuhkan dalam kelompok dan menjauhi sifat egoisme maupun menang sendiri, karena kerjasama yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula.




6
j. penutup
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam laporan ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan, karena terbatasnya pengetahuan dan referensi yang ada hubungannya dengan pembahasan makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat beranfaat khususnya bagi penulis umumnya bagi para pembaca yang budiman.


















7
k. daftar pustaka
Buku KIMIA kelas X
http://tsidha.blogspot.com/2012/07/laporan-praktikum-larutan-elektrolit.html
http://daddysunsek.com/kimia-kelas-x/larutan-elektrolit-dan-nonelektrolit-materi-kimia-sma-kelas-x-semester-2


















8

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar